JARAK SOSIAL

Pernah mendengar cerita tentang sekumpulan landak di sebuah gua di musim dingin ? Landak adalah binatang yang dibekali kulit dengan duri yang tajam dan kuat disekujur tubuhnya sebagai alat pertahanan diri alami. Dengan bekal alami ini maka binatang buas apapun selalu frustasi ketika akan menyerang binatang satu ini.

 

Suatu saat di suatu tempat hiduplah sekumpulan landak. Mereka adalah binatang yang bergerombol. Naluri mereka sangat jelas untuk hal satu ini. Ketika musim dingin tiba. Ternyata bekal alami kulit mereka yang tebal dan penuh duri itu tidak mampu melindungi mereka dari pesona dingin alam.

 

Mereka bergegas secara berkelompok memasuki gua yang diharapkan bisa melindungi mereka dari pesona musim dingin. Tetapi ternyata gua yang mereka dapati dan tempati jauh dari fasilitas kehangatan. Ternyata gua tersebut lembab dan dingin. Gua tersebut hanya berkonstribusi 20 % mengurangi rasa dingin.

 

Akhirnya secara naluriah mereka mencari pembanding hawa dingin tersebut yaitu dengan mencari negasi sumber hawa dingin yaitu panas. Mereka menyadari bahwa tubuh mereka sebenarnya adalah sumber hawa panas itu sendiri.

 

Mereka kemudian bersepakat secara berkelompok untuk saling mendekatkan diri satu sama lain dengan harapan munculnya rasa hangat diantara mereka.
Terbukti naluri sederhana mereka mampu menghangatkan badan di musim yang dingin itu. Tetapi selang tak berapa lama muncul kasak kusuk kegelisahan diantara mereka. Ternyata kesepekatan mereka untuk saling berdekatan menimbulkan rasa sakit di tubuh mereka manakala duri-duri tajam mereka saling menusuk satu sama lain.

 

Mereka bersepakat untuk saling menjauh agar tidak saling menyakiti. Selang berapa menit mereka merasa kedinginan lagi.Diputuskan untuk saling mendekat satu sama lain tetapi tidak sedekat seperti sebelumnya. Mereka mulai mendekat hawa hangat segera menular tetapi ternyata kasak kusuk masih terjadi duri masih saling menghunjam meski tidak lagi sesakit sebelumnya. Sekumpulan landak tersebut menjauh kembali hingga akhirnya mendekat merapat kembali. Demikian seterusnya mereka melakukan gerakan merapat dan menjauh berulang ulang kali tanpa bosan hingga akhirnya mereka menemukan jarak yang paling menguntungkan satu sama lain. Jarak dimana mereka masih mendapatkan kehangatan satu sama lain namun duri mereka tidak saling menyakiti. Inilah hasil dari kesepakatan, usaha dan ujicoba berkali-kali. Sebuah Jarak kebersamaan hidup !

 

Teori sosial mestinya bisa berpijak dari inspirasi cerita tersebut diatas. Sejarah pembentukan jarak sosial kerapkali menunjukkan bahwa ujicoba jarak sosial mempunyai siklus yang sama dengan bagaimana sekumpulan landak saling bersepakat untuk mecari jarak kehidupan yang tepat.

 

Pun manusia juga akan melakukan hal yang sama dalam kehidupan sosial mereka. Mereka akan terus dan terus mencari jarak sosial yang paling menguntungkan satu sama lain secara bertahap dan penuh uji coba.

 

Mari kita uji teori ini dengan hal yang paling praktis dalam hidup kita. Dalam laboratorium kehidupan sosial kita masing-masing.

 

berlanjut……………..

3 Responses to “JARAK SOSIAL”

  1. othman ahmad Says:

    diperlukan agen ekspor landak

  2. handaru Says:

    Ada referensi alamat agen landak ? hehe thanks

  3. bery prima Says:

    tidak ngerti aku ??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Leave a Reply